Selasa, 09 Juni 2015

Mahadharma Festival : Komunitas Bandung Bersatu

Lama sudah tak menyentuh blog ini karena kesibukan, ketidakberadaan koneksi internet dan PC yang rusak. Yang di update pun sebenarnya sudah expire. Tapi tak apa tetep harus diupdate.

Kali ini bahasan saya mengenai sebuah acara rutin tahunan bernama Mahadarma Festival, saya rasa teman-teman mahasiswa dari Unpad sudah tak asing lagi dengan acara satu ini, karena festival Mahadharma ini hasil buah karya mahasiswa Unpad dalam memberikan wadah bagi para komunitas di Bandung untuk unjuk kabisa atau bahasa kerennya show-off apa yang dimiliki komunitasnya tersebut untuk kemudian dapat diapresiasi publik, bahkan bukan tidak mungkin komunitas tersebut dapat dihargai secara komersial oleh merek-merek tertentu dari suatu perusahaan untuk kemudian bekerjasama dalam hal promosi produk mereka.

Foto-foto mahadharma fest yang saya tampilkan di artikel ini diselenggarakan pada tanggal 2 November 2013 di Monumen Perjuangan Dipati Ukur, Bandung.

Ingin bermain dan berfoto bersama reptil, mendengarkan petikan musik instrumental, atau melihat pertunjukkan tari jalanan bisa didapatkan disini, salah satu komunitas yang tampil di acara ini adalah komunitas thai boxing yang benar-benar melakukan sparring di depan stand mereka. Ada juga komunitas cos-play tokusatsu ( @itokubid ) yang memeragakan kostum buatan sendiri yang menyerupai kamen rider, namun yang cukup unik disini adalah komunitas yang berpakaian dan berdandan ala zombie (@izoc_bdg), karena mereka tidak hanya luarnya saja yang dibuat seperti zombie, tapi tingkah laku mereka memeragakan layaknya makhluk hidup yang bangkit dari kematian tersebut, cara bicara mereka, cara mereka menatap, gestur mereka sepanjang hari sangat menyerupai tingkah para zombie, dan selama berada di hadapan para pengunjung mereka sama sekali tidak menunjukkan karakter aslinya sebagai seorang manusia, bahkan mereka jajan, makan dan beristirahat pun selalu ingin terlihat seperti zombie asli.
Tak lupa komunitas seni visual pun ikut meramaikan mahadharma festival ini, selain komunitas Levitasi Hore Bandung dan Komunitas Fotografi Bandung (Kofaba) yang turut hadir sebagai perwakilan dari komunitas fotografi, komunitas graffiti dan komunitas menggambar lainnya pun turut hadir dengan menampilkan live painting di sepanjang pagar taman monumen.
Tidak hanya komunitas yang membawa properti besar saja yang unjuk kebolehan di sini, komunitas yang membawa skate board ukuran jari pun hadir di sini yang populer disebut finger board, lengkap dengan arena bermainnya, dan mereka ini sangat handal lho, kayanya itu finger board lekat banget sama jari mereka.

Menjelang malam, komunitas street dancer pun tidak mau ketinggalan, mereka pun unjuk kebolehan di depan ratusan pengunjung yang memadati area monumen perjuangan sekaligus berkolaborasi dengan komunitas nunchaku yang piawai memainkan senjata tersebut layaknya menari, apalagi ketika mereka mulai memainkannya dengan disulut api, tepuk tangan meriah pun riuh menyertai penampilan mereka, layaknya seorang pengendali api.

Acara-acara seperti inilah yang diperlukan para generasi muda Bandung untuk membuat diri mereka lebih dikenal dan diapresiasi. Mungkin apabila saya ingat jaman ketika saya masih bersekolah di SMP atau SMA, ketika para siswa memiliki ide untuk menciptakan sesuatu yang baru, mereka mencoba mengajukan pembuatan klub/ekstrakurikuler di lingkungan sekolah tersebut, namun dengan alasan keterbatasan dana dan kadang ketika sebuah ide tersebut cuku unik dan berbeda, maka seringkali ide tersebut dianggap tidak penting dan kurang mendidik, akhirnya para siswa terpaksa ikut ekstrakurikuler yang itu-itu saja di lingkungan sekolah. 
Dengan banyaknya komunitas di Bandung sekarang ini diharapkan kreativitas para pemuda Bandung tentunya semakin kuat lagi.
Salah satu yang dapat menfasilitasi hal tersebut adalah perlunya wadah yang mumpuni seperti mahadharma festival ini, dan memang salah satu tonggak dimana komunitas mulai bermunculan ketika diberlakukannya car free day setiap minggu pagi di daerah Dago dan Jl. Merdeka, ada area kosong yang dapat dimanfaatkan dan dilihat publik menambah semangat dan makin bermunculannya komunitas di Bandung hingga sekarang ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template developed by Confluent Forms LLC; more resources at BlogXpertise