Kamis, 01 Oktober 2015

Bisnis yang Hits atau Bisnis yang Sustainable ?

Memang kalau kata orang namanya bisnis mah ada naik turun, tapi untuk apa ada sciencenya kalau kita gabisa pelajari usaha untuk meminimalisir terjadinya penurunan, Setidaknya kita bisa menganalisa pasar dan mempunyai tindakan pencegahan.
Tentunya setiap orang menginginkan bisnisnya dapat menjadi bisnis yang bertahan selama bertahun-tahun bahkan bisa ia wariskan ke anak cucunya. Parahnya bisnis yang ada sekarang terutama bisnis kuliner di Bandung benar-benar memiliki siklus hidup yang pendek, dan kadang kebanyakan orang tergoda dengan sebuah trend yang sifatnya sementara.
Ada kalanya sebenernya menurut pendapat saya sekarang ketika mau memulai sebuah bisnis bukan mencari "apa yang lagi rame sekarang?" Ketika ramenya lewat..yaa..bisnisnya juga sama cuma numpang lewat doang, tapi "yang rame" bisa dijadiin sales boosternya produk inti yang kita punya dan memang cepet masuk ke masyarakatnya..
Contohnya sadar ga sadar yang namanya warung ramen di Bandung udah bejibun, dalam satu ruas jalan aja bisa 3-5 kedai ramen dengan ciri khas masing-masing, mungkin trend ramen ini dimulai dari sekitar tahun 2011-2012 hingga sekarang, padahal kalau misal dilihat lagi warung ramen di tahun 2015 ini sedikit-sedikit sudah mulai berkurang, karena pasar ramen di Bandung sudah terlalu ramai dan sebenarnya beda produk ramen yang satu dan yang lainnya diferensiasinya tuh benar-benar beda tipis, hanya pemain besar yang bertahan...kuncinya ya karena kedai mereka tidak hanya menjual ramen..sehingga ketika penggemar ramen sudah mulai bosan, customer bisa memilih menu makanan lain di kedai mereka, penjualan mereka tetap stabil, dan memang rata-rata mereka tidak menjadikan nama "ramen" sebagai nama usaha kuliner mereka, contohnya seperti Kedai Ling-ling dan rumah lezat simplisio.
Ramen hanya salah satu contoh, mungkin mereka sempat mendapatkan booming profit ketika produk mereka menjadi trend di masa jayanya, tapi setelah itu banyak juga kerugian yang ditimbulkannya ketika merasa produk tersebut melesat dan menghasilkan uang banyak untuk diputarkan kembali, sang pemilik bisnis tergoda untuk memperbesar bisnisnya dengan membeli dan merenovasi sebuah tempat atau membeli sebuah mesin produksi di saat trend tersebut belum tau kapan berakhirnya, trend berakhir..bingunglah..mesti dikemanakan mesin yang dibeli, tempat-tempat yang sudah terlanjur dirombak yang masing-masing sudah di kreditkan ke bank dengan tenor lama..yang tadinya rencana akan dilunasi secepatnya karena berharap profit yang besar.
Selain ramen?? Ada mochi ice cream yang sudah mulai menghilang dan mungkin kue cubit green tea dalam 2 tahun ke depan.
Jangankan makanan di Indonesia mah, batu akik lah contohnya, awal tahun 2015 booming sekali sampai ada pameran batu akik setiap minggu dari 2 penyelenggara, orang ramai-ramai beli mesin asah dan menyewa tempat, sekarang?? Ada yang sudah mulai merasakan penurunannya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template developed by Confluent Forms LLC; more resources at BlogXpertise