Senin, 05 Oktober 2015

Menjual Isu dalam Bisnis di Indonesia

Eitss.. ini bukan artikel soal politik yaa..
Terus apaan bisnis jual isu..yaa buat sebuah isu untuk diperbincangkan masyarakat agar produk sebuah brand terjual..
Indonesia mah ga jauh da..penduduknya sangat senang dan dekat dengan gosip, mau ibu-ibu di pasar, bapak-bapak di warung kopi atau para netizen di social media, makanya metode marketing word of mouth  adalah metode pemasaran yang masih sangat ampuh di Indonesia, apalagi sebuah isu produk sudah dapat masuk ke social media, produk itu akan menjadi sesuatu yang viral di Indonesia, ketika isu itu sebuah hal yang menarik semua karyawan perusahaan tinggal gulirkan isu tersebut misal di path, ketika contentnya unik atau lucu, teman-temanya pada repath semua, save picture, posting di instagram connecting to twitter & Facebook, posting di home LINE, posting di Grup chat,  dijadikan DP di BBM, temen dari temennya karyawan liat copas DP dan posting di seluruh social media tadi dan seterusnya.

Saya sendiri pernah mencobanya, saya punya penghasilan sampingan dari jasa pembuatan gambar WPAP (Wedha's Pop Art Portrait) yang sekarang sedang ngetrend gara-gara jenis pop art itu dipakai sebagai metode publikasi pada peringatan KAA ke 60 di bulan April 2015 silam, bahkan beberapa hiasan WPAP tokoh KAA masih menghiasi jalan Asia Afrika-Cikapundung Bandung dan menjadi ajang wisatawan untuk berfoto selfie disana. Nah saya tahu dari jauh hari bahwa tanggal 25 September kota Bandung akan berulang tahun yang ke 205, dan saya juga tahu di social media jaman sekarang, para netizen terutama yang berasal dari kota Bandung sejak adanya akun social media @infobdg gemar memposting sesuatu yang sifatnya social up to date, jauh dari jaman dahulu yang bahkan warga Bandung tidak tahu hari berdirinya kota sendiri. Saya pun mulai memilah tokoh-tokoh yang cukup jadi ikon kota Bandung saat ini, tentunya walikota Ridwan Kamil menjadi pilihan utama, lalu kemudian Pidi Baiq dan Atep sebagai ikon Persib Bandung, tak lupa Pak Sariban seorang relawan lingkungan yang sekarang mulai naik ke media elektronik, dan malah sekarang di endorse salah satu brand air mineral ternama di ikut sertakan dalam proyek saya, ia pun populer juga di dunia maya karena banyak blogger yang mengulas mengenai dirinya di situs mereka.

Design ini saya sengaja buat berbentuk square (1x1) karena jaman sekarang semuanya mengarah pada bentuk seperti ini, karena orang akan lebih mudah dan tertarik untuk share, Instagram, BBM, dan profile picture lainnya dibuat seperti itu. Makanya bia anda ingin menyelenggarakan sebuah event amat sangat dianjurkan untuk membuat poster publikasi dalam bentuk kotak sama sisi.
Pagi hari tanggal 25 September langsung saya posting ini di berbagai social media yang saya miliki, kenapa pagi? karena kebiasaan orang jaman sekarang ketika bangun pagi adalah membuka smartphone, dan membuka all social media yang dimiliki Facebook, Path, Twitter, Line dan BBM.
Saya tinggal mandi dan bersiap untuk pergi kerja, sudah banyak teman saya yang "loved" dan ada yang repath, Instagram sudah mencapai 30 likes dan ada yang regram termasuk salah satu tokoh yang saya buat WPAP wajahnya yaitu Atep yang sudah memiliki 30ribuan followers, memang social media yang paling viral itu instagram, karena total dalam 1 hariuntuk ukuran saya yang followersnya sedikit, gambar saya mencapai rekor likes (ukuran saya) sebanyak 269 likes, foto biasa aja paling banyak 20-40 likes, artinya banyak orang yang setidaknya melihat hasil karya saya dan dengan baik hatinya me-repost karya saya (maka dari itu saya buat watermark di dalam gambar, karena saking viralnya penyebaran desain saya, ada beberapa orang yang repost tapi tidak give credit ke saya sebagai pembuat, termasuk beberapa merek dagang sebuah produk di Bandung.

Yak, sebuah gambar dengan bentuk resolusi square akan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh sebuah produk atau merek karena memiliki share rating yang lebih tinggi karena social media supported, baik itu gambar cantik dengan sebuah quote yang "ngena" di dalamnya ataupun sebuah meme-meme kocak.

Saya rasa sekarang semua tahu dengan Go-Jek, ya jasa transportasi ojek dengan inovasi online, tapi pernahkah anda sadar bahwa Go-Jek saat ini marak digunakan tentunya sebagian karena harga promonya saat ini dan satu lagi karena sedang trend, saat ini masyarakat ketika menggunakan dan memakai sesuatu yang trend akan menaikkan gengsi sosial, cerita langsung dari teman-teman saya yang sudah menggunakan kadang mereka sebenarnya sedang ga butuh-butuh banget go-jek, toh mereka juga punya kendaraan, tapi demi update di social media masing-masing bahwa akhirnya mereka menggunakan Go-jek maka jadilah Go-Jek sesuatu yang viral di masyarakat apalagi dengan sebuah isu yang dilempar oleh Go-jek sendiri lewat meme-meme kreatif serta story broadcast yang kocak untuk menjadi suatu bahan update-an para  pelaku media social.

Hal ini juga dilakukan oleh brand jadul kong ghuan di saat bulan Ramadhan, mungkin yang dibuat oleh KongGhuan cuma satu meme, tapi dasar kreatifnya netizen jaman sekarang, hanya dalam sekejap gambar kong ghuan ini memiliki belasan versi cerita tentang sang ayah yang tidak hadir di gambar meja makan di kemasan biskuit KongGhuan.

Inilah yang disebut marketing yang viral, disebut viral karena kata viral merupakan asal kata dari virus yang ibaratnya sangat mudah menyebar. Kenapa gambar lebih mudah menyebar, karena trend socmed jaman sekarang, orang lebih menyenangi sesuatu yang bersifat visual, makanya Instagram saat ini menjadi primadona para pelaku bisnis online, karena memang dengan postingan yang sifatnya visual akan membantu orang untuk melakukan keputusan pembelian lebih cepat apalagi dengan pemilihan hashtag yang tepat yang membuat foto dari produk/merek tersebut dapat tersebar dengan cepat. Makanya produk dessert Taiwan seperti mangkok manis, moco moco, dll yang cukup ramai warna dan bentuknya menjadi sangat digandrungi karena menarik untuk difoto dan diupload di social media, ada kalanya sekarang produk makanan tuh bukan hanya enak yang bisa laku tuh..tapi juga bagus difoto.

Seiring dengan melesatnya Instagram sebagai alat bisnis online utama, trend penggunaan twitter sebagai alat penjualan sudah tak sebagus dulu. Pernah membandingkan timeline twitter tahun 2012-2013 dengan timeline 2015? Ya..saat saya pribadi membuka timeline twitter di suatu waktu, saya sudah hampir tidak dapat menemukan akun pribadi pada timeline kecuali akun seorang selebtweet (yang memang cari duit disana) dan akun publik yang sifatnya informatif, adapun akun pribadi yang update adalah updatean via path atau instagram, nah kalo soal complaint twitter masih menjadi rajanya, saat kecewa terhadap produk/pelayanan suatu produk, twitterlah yang dijadikan sebagai ajang bulan-bulanan, disitulah peran customer service online sangat dibutuhkan.

Selain gambar yang lebih mudah di share, produk itu sendiri tetap dapat menjadi suatu yang viral ketika produk itu sendiri unik dan menarik sehingga memberi kesan tersendiri bagi yang mencobanya, dan dengan senang hati membicarakannya dan merekomendasikannya kepada kerabat dan teman-temannya. Misalkan saat ada kemunculan kue cubit green tea dan burger yang berwarna hitam besar, ataupun juga kesan yang didapatkan ketika mendapat pelayanan lebih dari suatu maskapai penerbangan atau restoran.

Ya bila ingin produk anda cepat diketahuiorang..buatlah sebuah isu yang membuat orang dengan senang hati menyebarkannya, ini promosi hemat efektif lho, yang mahal?? idenya tuh yang mahal.


<span data-iblogmarket-verification="seejDz~UbEAq" style="display: none;"></span> 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template developed by Confluent Forms LLC; more resources at BlogXpertise