Berburu Film-Film Festival Berkualitas di Bioskop Online, Tanpa Berlangganan

Pernah mengalami berlangganan layanan streaming mingguan karena ingin menonton beberapa film saja yang tayang eksklusif? Sejak pandemi Covid-19 berlangsung, ini sering sekali saya lakukan. Mulai dari GoPlay, Vidio, Mola TV, hingga Netflix. Nama terakhir yang padahal paling populer baru saja saya jajal belakangan ini karena memang harga berlangganannya paling mahal. Yang lain bisa dibayar dengan harga di bawah Rp20.000 untuk waktu berlangganan satu minggu.

 

Lalu muncullah Bioskop Online yang saya kira akan sama dengan platform layanan streaming lainnya. Dilihat dari namanya sih, ya pasti layanan ini lahir di tanah air Indonesia. Mungkin seperti itu positioning pemasarannya. Tapi ternyata, layanan berdomain www.bioskoponline.com ini menyediakan film-film yang bisa ditonton tanpa berlangganan! Film-filmnya pun film langka pula, yang notabenenya merupakan film-film festival berkualitas yang memang tak bisa masuk selera pasar mayoritas, alias segmented. Makanya, film-film ini terbilang susah dicari setelah lewat masa penayangannya, karena selain hanya dapat mampir sebentar di layar bioskop, ia juga tidak diminati stasiun televisi swasta untuk ditayangkan.

 

Tampilan laman beranda Bioskop Online

Satu atau dua di antara film-film di laman pilih Bioskop Online pernah saya tonton, seperti Keluarga Cemara, dan The Copy of My Mind. Tapi sisanya didominasi oleh film-film yang memang menjadi incaran saya sejak lama, seperti Mereka Bilang, Saya Monyet dan Ziarah, atau bahkan justru film-film yang baru saya dengar judulnya, tapi langsung memikat dari segi cerita, pengambilan gambar, ataupun aspek lainnya. Contohnya saja Daysleepers dan Nay. Keduanya punya keunikan dari segi teknik penceritaan. Daysleepers yang menceritakan tentang seseorang yang melakukan rutinitas kerja pada waktu malam, dan hanya terlihat dari sepotong jendela. Tanpa sadar, ada seseorang yang selalu memperhatikannya di seberang sana. Lalu ada Nay yang latar pengambilan gambarnya 95% dilakukan di mobil, dan mengandalkan akting solo Sha Ine Febriyanti yang selalu tak pernah gagal mengecewakan. Padahal Nay ini sudah diluncurkan sejak tahun 2016.

 

Film-film yang saya sebutkan di atas sudah dapat ditonton dengan harga hanya Rp5.000. Selisih Rp3.000 saja dari harga copy soft file yang dulu biasa saya beli dari sebuah toko film tersembunyi di kawasan Dipati Ukur, Bandung. Jujur saja, memang sampai awal tahun ini saya terbiasa membeli koleksi film secara ilegal di toko tersebut. Sampai akhirnya saya sadar, kalau hal tersebut merugikan pembuat karya. Sebagai sesama pembuat karya, saya pun tentu tak ingin karya saya digunakan secara cuma-cuma, tanpa izin pula. Karena memang hal itu sudah sering pula terjadi pada foto-foto karya saya. Dan rasanya itu sakiiit booss. Apalagi bila pihak yang melakukan penggunaan konten saya itu adalah nama yang punya pamor, dan power yang jauh lebih besar. Maka dari itu, saya pun belajar pula untuk lebih mengapresiasi karya pegiat kreatif lainnya, entah dari dunia musik, perfilman, ataupun bidang lainnya. By the way, walaupun tidak perlu berlangganan, harga tiket nonton Rp5.000 itu diberi jangka waktu juga selama 48 jam sejak pembayaran.

 

Selain film-film yang terbilang langka, dan segmented, Bioskop Online juga menyediakan film-film yang terbilang cukup populer di pasar, seperti The Raid 2: Redemption, dan yang paling terbaru, The Story of Kale yang menjadi perbincangan banyak orang, karena merupakan spin-off film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) yang cukup berhasil meraih hati banyak penggemar film Indonesia pada awal tahun ini.

 

Untuk film terbaru seperti The Story of Kale, harganya sedikit di atas harga normalnya yaitu Rp10.000. Tapi kan tetap saja cost untuk menontonnya tidak mahal, dan yang paling penting, tidak harus repot berlangganan aplikasi streaming terlebih dahulu. Cukup membuka situs www.bioskoponline.com, pilih film yang ingin ditonton, dan membayar “tiket” menonton melalui berbagai metode pembayaran elektronik yang tersedia sangat beragam pilihannya. GoPay, Ovo, ShopeePay? Semua ada.

 

Walaupun tidak bersentuhan langsung dengan dunia perfilman, tapi saya harap sih, Bioskop Online dan layanan streaming film lainnya dapat menjadi sarana edukasi juga kalau sebuah karya itu, apapun bentuknya, bagi pembuatnya membutuhkan sebuah proses yang sangat panjang, dan tak mudah. Saya sendiri bekerja membuat rancangan konten untuk sebuah brand. Kadang, untuk membuat sebuah konten postingan social media yang bisa engage dengan followers itu bisa berjam-jam, dan membutuhkan kerja sama dengan beberapa orang pula. Memang sih masih bisa dibajak juga, tapi tega gitu beli/pake barang orang, bayarnya pake gratisan atau receh? Ga pake izin pula. :D

 

 

0 komentar:

Posting Komentar